Pijat Sensasi 3

Bagaimana, kamu senang sayang ?” Ferry berbisik pada Dina istrinya, setelah selesai melakukan “pertempuran” birahi di medan pertempuran baru mereka. Dina yang masih kelelahan, hanya mengangguk sambil tersenyum puas. Diliriknya suaminya sesaat, lalu dia mengecup mesra pipi suaminya itu sebagai ungkapan rasa senang dan terima kasihnya karena telah memberinya sebuah pengalaman yang sangat berkesan. Sambil mencium pipi suaminya, Dina melirik ke arah Darwis yang sedang duduk santai di sudut kamar. Lelaki itu balas memandang ke arahnya sambil menyunggingkan senyum. Dina melirik ke arah pangkal paha lelaki itu. Nampak batang kemaluannya yang terkulai seakan kelelahan setelah memberinya kenikmatan.

Hening beberapa saat, tak ada percakapan. Ketiganya, di kamar tidur itu, masih sama-sama dalam keadaan polos, saling terdiam seolah berusaha mengembalikan stamina mereka masing-masing setelah menguras tenaga untuk berlomba memberi dan menerima kenikmatan birahi. Tanpa terasa, satu jam lamanya mereka melangsungkan pertempuran yang seru. Hanya lirikan dan pandangan mata mereka bertiga saja yang mengkomunikasikan antar mereka. Sesekali tangan Ferry menyentuh dan membelai bagian-bagian di tubuh polos Dina. Selebihnya…hening.

Namun keheningan itu berakhir cepat. Ferry kembali memegang kendali. Diajaknya Darwis bergabung kembali diatas pembaringan. Saling bincang dan saling canda, tanpa rasa malu atau risih mempertontonkan tubuh bugil mereka masing-masing. Ferrypun memberi ijin pada Darwis untuk bebas memperlakukan tubuh polos istrinya itu sesukanya, demikian sebaliknya. Hingga obrolan dan perbincangan merekapun terselingi kegiatan-kegiatan yang membangkitkan kembali gairah mereka, terutama Dina yang dikelilingi dua lelaki sekaligus. Darwis sendiri, sebagai seorang lelaki yang sudah menduda selama lima tahunan, tentu saja sangat bernapsu memandangi kemolekan dan kemulusan tubuh bugil wanita dihadapannya itu. Apalagi, suaminya mengijinkan sepenuhnya untuk melakukan apapun terhadap istrinya itu sekehendak dan sesuka hatinya. Maka kesempatan itu tak disia-siakannya.

Bukan saja terus memandangi betapa merangsangnya tubuh bugil Dina, namun Darwispun selalu menyentuh, meraba dan membelai bagian-bagian tubuh bugil Dina, tanpa kecuali. Hanya bagian selangkangan Dina saja yang tak dijamahnya karena memang selain agak canggung, juga kesulitan oleh posisi Dina yang duduk di atas pembaringan itu. Tindakan Darwis rupanya tak sepihak karena mendapat sambutan dan balasan dari Dina. Sesekali wanita itu, atas ijin suaminya yang sudah memberi kebebasan, menyentuh, membelai ataupun menggenggam batang kejantanan Darwis dan karenanya dengan cepat terbangkitkan lagi.

“Kita mulai lagi yuk ? Kamu udah siap lagi sayang ?” Ferry yang juga terbangkitkan gairahnya oleh pemandangan erotis dihadapannya saat tubuh bugil istrinya dijamahi oleh Darwis hingga tubuh polos istrinya itu beberapa kali menggelinjang dan juga saat melihat betapa Dina istrinya sangat senang menyentuh dan memegang batang kemaluan lelaki itu disamping juga terus memegangi batang kemaluan miliknya sendiri, akhirnya memutuskan untuk memulai babak berikutnya.

Dina, dengan sikapnya sebagai seorang wanita, hanya senyum memandang suaminya. Dari tatapan matanya, Ferry memahami bahwa istrinya itupun sudah kembali berhasrat untuk melanjutkan petualangan birahinya. Baik Ferry maupun Dina nampaknya sangat bergairah menyambut moment dan babak baru kehidupan seksual mereka. Moment dan babak baru yang baru saja mereka alami, membangkitkan gelora dan hasrat yang demikian menggebu.

“Ya udah, kalau gitu, gimana kalau kamu sama Darwis memulai aja dulu, biar aku lebih fresh lagi” ujar Ferry seakan sangat memahami kalau keduanya, Darwis dan Dina istrinya, akan lebih cepat ON bila mereka bercumbu dahulu. Darwis yang sudah lima tahun menduda, tentu sangat haus untuk menikmati tubuh indah wanita dan Dina istrinya, akan lebih bergairah bila bercumbu dengan lelaki baru, yang lebih menantang dan penuh daya misteri.

Tanpa menunggu waktu, Ferrypun turun dari pembaringan, memberi kesempatan pada keduanya untuk memulai. Darwis sendiri, setelah memastikan mendapat lampu hijau dari Ferry dan Dina sendiri, langsung menyergap tubuh bugil wanita dihadapannya dengan gairah meluap-luap. Dengan cepat tubuh bugil Dina dibaringkan, lalu dengan penuh napsu berkobar, lelaki itu menciumi sekujur tubuh bugil Dina. Mendapat serangan gencar seperti itu, membuat Dina terkejut juga, namun akhirnya diapun mulai menikmatinya.

Dina sangat kaget, sekaligus bergairah, merasakan cumbuan yang demikian panasnya. Dina menyadari, ini semua disebabkan oleh rasa dahaga lelaki ini akan wanita setelah sekian tahun tak didapatkannya. Apalagi kini dia diberi kesempatan seluas-luasnya oleh lelaki yang memiliki hak atas dirinya. Tanpa beban mental, maka lelaki itupun mengambil kesempatan ini sebaik-baiknya. Demikian sebaliknya dengan Dina sendiri.

Maka percumbuan keduanyapun berlangsung dengan bergelora. Dina tak lagi ragu mengerang dan merintih merasakan nikmatnya cumbuan lelaki itu. Tak hanya menerima cumbuan, Dinapun membalas dengan rabaan tangannya di tubuh lelaki itu, serta geliatan tubuhnya dan gesekan-gesekan kulit lembut tubuhnya ke kulit tubuh lelaki itu.

Dimulai dari leher jenjangnya, terus turun ke bahunya, dada atas, melewati gundukan payudaranya, turun ke bawah, keperutnya, sampai ke bagian sedikit di bawah pusar Dina, lalu ke kedua pinggulnya, ciuman dan jilatan lidah Darwis kembali mengarah ke atas dan akhirnya terkonsentrasi di kedua gundukan payudara Dina.

Sementara mulut lelaki itu gencar mencecar kedua payudaranya, tangan lelaki itu terus bergerak menjelajahi sekujur tubuh bugil dirinya sejauh yang dapat dicapainya sampai akhirnya mengarah ke pangkal pahanya. Dina merenggangkan kedua pahanya, memberi jalan. Diawali sebuah usapan lembut dipermukaan vaginanya, membuat Dina semakin merintih dan mengerang kenikmatan. Kembali dibukanya kedua pahanya lebih lebar dan mulailah lelaki itu membuka bibir kemaluannya. Jarinya bergerak lincah namun terukur, mulai menjelajahi permukaan organ kewanitaan Dina, mengalirkan rasa nikmat yang semakin tinggi.

“Mmmhhh…mmmhhh…uuukkkhhh…ssshhhh…uuukkkhhh….uuukkkhhh” berkali-kali Dina merintih dan mengerang. Tubuh polosnya yang berada di bawah tindihan tubuh polos lelaki itu terus menggelinjang-gelinjang mengekspresikan kenikmatannya, apalagi saat dirasakannya jari tangan lelaki itu mulai menjamah clitorisnya. Pinggul Dina sampai terangkat naik saat merasakan usapan jari tangan lelaki itu di clitorisnya. Bergerak mengusap-usap beberapa saat untuk kemudian intens melakukan pijatan, gelitikan dan sesekali pilinan di clitoris Dina membuat dirinya semakin melayang dalam kenikmatan yang hebat.

Kombinasi permainan jari tangan di clitorisnya dan permainan mulut lelaki itu di putting payudaranya, membuat Dina dengan cepat memuncak. Dinding-dinding liang kewanitaannya dengan cepat mengembang dan basah, siap untuk kembali dimasuki.

Dan masukan pertama diterima Dina adalah jari tangan lelaki itu. Seperti yang sudah-sudah, lelaki itu memulai dengan satu jari tangannya, menyelusup masuk dan menusuk dalam-dalam ke liang vaginanya. Menari-nari sebentar didalamnya untuk kemudian menyusul jari tangan kedua, ketiga dan keempatnya. Dina benar-benar tak kuasa menahan seluruh kenikmatannya. Kelopak matanya sayu, bola matanya terbalik-balik, wajahnya berkali-kali tertarik ke belakang, sementara erangan dan rintihannya terus mengalir, ditambah lagi gerakan pinggulnya yang tengah terangkat naik itu, bergerak berputar-putar merasakan seluruh permainan lelaki itu. Dina sudah tak ragu lagi mengekspresikan segala kenikmatannya.

“Cu…cuk…kup. Mulai sek…karang” tak tahan lagi Dinapun meminta dimulai babak kedua pertempuran model terbarunya ini.

“Mas, sini” sambil menunggu Darwis memulai, Dina meminta suaminya mendekat. Ferrypun langsung mendekat, duduk di samping tubuh polos istrinya itu yang siap menerima masukan pertama di babak keduanya ini.

Tanpa menunggu lama, Dina langsung menyambar batang kemaluan Ferry yang sudah menegang akibat menyaksikan pemandangan erotis yang dipertontonkan oleh istrinya dan lelaki pasangannya itu. Sesaat Dina mengamati langkah lelaki itu yang sudah bersiap diantara kedua paha mulusnya. Dina memperlebar bukaan kedua pahanya, sementara dilihatnya Darwis tengah mengarahkan batang kemaluannya ke selangkangan dirinya.

“Ssshhh…mmmhhh” sebuah sapuan awal dari kepala batang kemaluan lelaki itu dirasakan Dina dipermukaan vaginanya. Hanya sekali, ya, hanya sekali saja sapuan itu untuk kemudian…

“Sssshhhhh….uuuuukkkkhhhh” erangan panjang Dina mengiringi lajunya benaman batang kemaluan Darwis ke dalam lubang kemaluannya. Terus membenam masuk makin dalam, mengalirkan rasa nikmat yang terasakan sampai ke ujung-ujung jari. Ferry melihat, bola mata istrinya terbalik dengan kelopak mata sayu saat Darwis mulai membenamkan batang kemaluannya itu. Nampak sekali kalau Dina istrinya itu sangat menikmati semuanya, dan Ferry tentu saja senang.

Sambil mengamati reaksi kenikmatan istrinya, Ferrypun memberi tambahan kenikmatan pada Dina dengan meremas-remas payudara istrinya itu. Sementara itu dilihatnya Darwis terus membenamkan batang kemaluannya semakin dalam dan akhirnya, batang kemaluan lelaki yang seukuran batang kemaluannya sendiri itupun habis membenam seluruhnya ke dalam lubang kemaluan istrinya. Dina sampai menarik kepalanya ke belakang sambil mengangkat dadanya saat merasakan tusukan terdalam Darwis. Keduanya diam sejenak untuk kemudian Darwispun mulai bergerak. Menarik perlahan pinggulnya ke belakang hingga batang kemaluannya kembali muncul, lalu kembali membenamkannya hingga tandas diiringi rintihan dan liukan pinggul indah Dina. Tarik lagi, benamkan lagi. Terus berulang-ulang dengan tempo yang semakin cepat. Dinapun semakin menggeliat-geliat dan mengerang-ngerang dalam kenikmatannya. Sampai akhirnya gerakan Darwis konstan. Belum mencapai puncaknya memang, tapi sudah cukup memberi kenikmatan yang tepat untuk Dina. Hal itu terlihat dari reaksi Dina istrinya.

“Ma..ju mas” pinta Dina disela-sela kenikmatannya menerima tusukan Darwis. Ferrypun maju, mendekatkan tubuhnya ke istrinya sampai posisi selangkangannya persis berada di samping wajah istrinya itu. Dengan memiringkan wajahnya, Dina segera melumat batang kemaluan suaminya itu sambil menikmati tikaman-tikaman batang kemaluan Darwis di liang vaginanya. Kedua payudaranyapun terus diremas-remas oleh suaminya dan juga Darwis, memberi efek ganda pada kenikmatan yang didapatkannya.

Menit demi menit berlalu, kenikmatan terus dirasakan oleh Dina, dan gairah terus dirasakan meningkat oleh Ferry menyaksikan persetubuhan istrinya dengan Darwis. Sampai akhirnya, Darwispun mempercepat dan memperkuat gerakannya saat Dina meminta. Rupanya Dina sudah merasakan tekanan dalam dirinya dan sebentar lagi akan berada di puncaknya dan akhirnya meledak dengan sejuta kenikmatan hingga membuat tubuhnya bergetar dan mengejang hebat.

Benar saja, kurang dari dua menit kemudian, Ferry merasakan cekikan jari tangan Dina di batang kemaluannya. Didahului pekikan panjang istrinya itu, terlihat tubuh bugil Dina langsung mengejang hebat lalu bergetar. Dina sudah mendapatkan hasilnya. Ferry bersiap menggantikan posisi Darwis.

Tanpa berucap, baik Ferry maupun Darwis seakan sudah saling mengerti. Darwis mundur dan Ferry maju menggantikan.

“Aku diatas mas” rupanya Dina menginginkan ganti posisi. Ferrypun langsung berbaring telentang, dan Dina bangkit lalu mengangkangi tubuh bugil suaminya persis diatas selangkangannya. Diraihnya batang kemaluan Ferry dan diarahkannya ke selangkangannya untuk kemudian….

“Sssshhhh….uuuukkkhhh” erang Dina mengiringi gerakan turun tubuh bugilnya. Batang kemaluan Ferrypun membenam masuk ke dalam lubang kemaluannya. Terus turun sampai menduduki selangkangan suaminya itu. Diam sejenak untuk kemudian mulai bergerak naik turun. Ferrypun langsung menangkap kedua payudara istrinya itu yang membusung menantang, sementara Darwis duduk menonton sambil mengocok-ngocok batang kemaluannya sendiri untuk mempertahankan ketegangannya.

Gerakan naik turun Dina diatas selangkangan Ferry, makin lama makin cepat. Demikian juga dengan erangan dan rintihan kenikmatannya, semakin cering dan panjang. Pinggul indahnya bergerak lincah, berputar-putar atau maju mundur sambil terus tubuhnya naik turun. Nampak butiran-butiran keringat mulai bermunculan dari sela-sela pori tubuh polosnya, menampilkan sosok tubuh yang terlihat makin segar dan menggairahkan.

“Mas…Darwis, sini” panggil Dina tak tega membiarkan lelaki itu sendirian. Sambil terus naik turun diatas selangkangan suaminya, Dina meminta lelaki itu berdiri disisinya, lalu tanpa ragu lagi menangkap batang kemaluan lelaki itu dan menggenggamnya erat-erat. Sesekali sambil terus turun naik diatas selangkangan suaminya, Dina menyempatkan mengulum batang kemaluan lelaki disampingnya itu, atau sekedar mengocok batang kemaluan lelaki itu dengan kelembutan jari tangannya. Terus dia lakukan semua gerakannya sampai tekanan kembali dirasakannya. Secara otomatis, Dinapun meningkatkan kecepatan gerakan tubuhnya.

Ditengahnya gerakan turun naik tubuh bugil Dina, sesekali Darwis menyempatkan menangkap payudara wanita itu yang tengah menikmati batang kemaluan suaminya sendiri. Dina terlihat semakin bergerak cepat, sementara butiran-butiran keringatnya semakin banyak dan mulai membasahi tubuh bugilnya itu, namun seakan dia tak perduli. Nampaknya sesaat lagi Dina akan mendapatkan hasilnya.

“Aaakh Masshh!” benar saja. Diiringi pekikan panjangnya, Dina langsung ambruk menindih dan memiting tubuh bugil suaminya dengan kuat. Terlihat tubuhnya yang mulai basah kuyup itu mengejang hebat. Ferry merasakan seluruh batang kemaluannya diremas-remas dan dihisapi lubang kemaluan istrinya itu dengan sangat cepat dan kuatnya. Untuk sesaat, Ferry membiarkan istrinya menikmati dahulu seluruh kenikmatan yang baru didapatkannya itu.

Sementara Darwis yang masih berdiri di samping keduanya, sambil mengocok-ngocok sendiri batang kemaluannya, memandangi tubuh bugil Dina di hadapannya. Walau yang terlihat hanya bagian belakang tubuhnya, tetap saja kemolekan tubuh telanjang wanita itu sangat menggairahkan sekali. Kulitnya yang putih bersih dan mulus, nampak terlihat semakin segar karena dibasahi oleh keringat. Pada tengkuknya, terlihat untaian-untaian anak rambut yang melekat erat oleh basah keringatnya, seolah membentuk lukisan-lukisan erotis yang tergores dengan indahnya. Bahu Dinapun memberi daya rangsang birahi tersendiri. Punggung indahnya nampak bergerak turun naik oleh hembusan napasnya yang memburu karena baru saja bekerja keras untuk mendapatkan kepuasan birahinya. Sementara pinggang rampingnya, berpadu dengan pinggul bulat dan mencuat ke luar membentuk lekukan indah dan berdaya tarik birahi kuat. Ditambah bongkahan pantatnya yang membusung padat, rasanya memiliki daya tarik tersendiri. Daya tarik yang seakan magnet untuk menggerakkan tangan setiap lelaki normal untuk meremas dan membelainya. Darwis sudah cukup merasakan bagaimana nikmatnya permukaan selangkangannya dan batang kemaluannya akan  kelembutan, kepadatan dan kenikmatan tersendiri bila bergesekan dan berhimpitan dengan bongkahan pantat indah itu. Darwis semakin tak sabar ingin kembali diberi giliran untuk menikmati tubuh molek wanita itu, namun dia harus bersabar karena hak dan ijin atas seluruh keindahan dan kemolekan tubuh polos wanita itu berada di tangan Ferry, suaminya yang saat ini tengah menikmatinya.

Dan tatkala datang ijin itu, Darwispun bersorak senang. Masih dalam posisi merangkak menindih tubuh bugil suaminya itu, Darwis dipersilahkan melanjutkan. Dari arah belakang, Darwispun segera bertindak. Saat Ferry sudah melepas batang kemaluannya sendiri dari liang kemaluan istrinya itu, Darwispun langsung menggantikan.

“Sssshhh…mmmhhh….” kembali erangan wanita itu meluncur saat lubang kemaluannya dimasuki batang kemaluan Darwis. Langsung membenam masuk seluruhnya. Darwis masih merasakan remasan-remasan dinding lubang vagina istrinya Ferry itu di seluruh batang kemaluannya yang kini sudah membenam habis kedalamnya. Untuk sesaat Darwis diam, meresapi kelembutan, kehangatan dan kenikmatan lubang kemaluan wanita itu yang masih berdenyut-denyut, sisa dari klimaks yang baru didapatkannya. Sambil menunggu, tangan Darwispun tak tinggal diam. Seluruh permukaan bagian belakang tubuh polos Dina diusap-usapnya sampai ke bongkahan pantat indahnya, meresapi betapa halus dan lembutnya permukaan kulit tubuh bugil wanita itu. Lalu dengan penuh perasaan, diremas-remasnya bongkahan pantat istrinya Ferry itu.

“Mmmhhh…mmmhhh…” kembali didengarnya rintihan wanita saat Darwis mulai bergerak. Perlahan, penuh penghayatan meresapi nikmatnya cengkeraman lubang kemaluan wanita di batang kemaluannya. Bergerak mundur perlahan, lalu kembali dibenamkannya sampai terasa menusuk dasar lubang kemaluan wanita itu. Kembali bergerak mundur, lalu maju lagi. Terus berulang-ulang memberi dan menerima kenikmatan bersama ibu rumah tangga yang luar biasa ini. Darwis sangat beruntung memperoleh kesempatan menikmati sepenuhnya tubuh ibu rumah tangga ini.

Sambil terus bergerak maju mundur, kedua tangan Darwis tak henti-hentinya meremasi kedua bongkahan pantat Dina, seakan kedua tangannya hendak memuaskan diri menikmati bongkahan pantat yang sangat merangsang itu.

Perlahan namun pasti, Darwis semakin mempercepat gerakannya. Perlahan namun pasti, Dinapun merasakan aliran kenikmatan yang semakin intens mengalir ke dalam dirinya. Sambil menikmati tusukan batang kemaluan lelaki di belakangnya, Dina berpagutan dengan suaminya yang berada di bawah tubuh polosnya itu. Kedua tangan suaminyapun sejak beberapa saat lalu, intens memberi stimulasi tambahan dengan meremasi kedua payudaranya yang tergantung bebas itu, memberi nilai tambah akan kenikmatan yang dirasakan Dina. Sungguh, ternyata melayani dua lelaki sekaligus, kenikmatannya tak terbayangkan. Sensasi dan ketegangannya sangat berbeda, memacu adrenalinnya secara maksimal. Belum lagi, kepuasannya karena dapat merasakan kenikmatan birahi secara maksimal dan sangat memuaskan. Dirinya dapat meraih seberapapun puncak kenikmatan yang ingin diraihnya, sepanjang tenaganya tersedia.

Sisa-sisa puncak kenikmatannya telah habis, dan karenanya Dina dapat kembali meresapi sepenuhnya tahap pendakian puncak kenikmatan birahi berikutnya. Gesekan, tekanan dan tusukan batang kemaluan Darwis dari belakang, kembali mengalirkan rasa nikmat yang bersumber dari dalam liang kenikmatannya. Dina terus merintih dan mengerang merasakan kenikmatan birahinya yang dia rasakan dari sejak tadi pagi, dan Dina masih ingin terus merasakan semuanya. Kesempatan yang mungkin tak akan terulang lagi ini ingin dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapatkan kepuasan setinggi-tingginya. Dan itu, kini sedang dilakukannya.

Gerakan Darwis semakin cepat dan kuat. Aliran kenikmatan terus mengalir ke dalam tubuhnya, dikombinasi dengan lecutan dan sentakan kenikmatan saat ujung batang kemaluan lelaki itu menghantam ujung liang rahimnya dan juga dasar lubang vaginanya. Pinggul dan pantat bulat indahnya, bergerak-gerak liar mengiringi lajunya tusukan batang kemaluan lelaki itu. Dina merasakan juga, jari-jari tangan lelaki itu terus menerus meremasi kedua bongkahan pantatnya, menghadirkan sensasi tersendiri. Apalagi di bagian depan tubuhnya, dibawah tubuh bugilnya, suaminya Ferry terus memberikan kenikmatan tersendiri dengan mencumbu kedua payudaranya. Lengkap sudah rasanya kenikmatan birahi yang dialami dan dirasakannya hingga memacu tekanan dalam dirinya. Tekanan yang sangat dihafalnya. Tekanan yang menandakan dirinya akan segera kembali mendapatkan ledakan puncak kenikmatan birahinya yang mampu melontarkan sukmanya jauh ke ketinggian yang kemudian akan menghempaskannya dengan kuat dalam hamparan keindahan dan kedamaian. Untuk beberapa saat lamanya nanti, dirinya akan merasakan kehilangan tenaga, daya dan segala sesuatunya. Tulang-tulang tubuhnya seakan dilolosi. Namun untaian kebahagiaan dan kepuasan akan menyelimuti seluruh batinnya. Dan Dina menginginkan hal itu terus berulang. Berulang dan berulang sampai waktunya selesai nanti.

“Uuukkkhhh maaassshhh….leb…bih cep…pat…leb…bih cep…paaatt. Yaaa…… terus…ter…rus, ak…ku mau….da…pet la…ggiiii….ooouuuukkkhh….” Dina meminta Darwis mempercepat gerakkannya karena merasakan tekanan dalam dirinya semakin memuncak dan hampir mendapatkan klimaks berikutnya. Darwispun langsung menggenjot tubuhnya sehingga benturan permukaan selangkangan lelaki itu dengan permukaan pantat Dina, menimbulkan suara bertepuk yang cukup keras. Tubuh bugil Dina yang semakin basah oleh keringat itupun sampai terhentak-hentak kuat hingga Ferry suaminya yang berada di bawah berusaha menahan hentakan tubuh bugil istrinya itu agar dapat terus mengulum dan menjilati putting payudaranya. Darwis terus bergerak, Dinapun terus mengerang dan merintih sambil memutar-mutar pantat indahnya hingga akhirnya..

“Mmmaaaassshhh !” pekiknya panjang disusul kemudian wanita itu memeluk kuat tubuh bugil suaminya yang berada di bawahnya. Darwis menghentikan gerakannya sambil menekan kuat-kuat tubuhnya agar batang kemaluannya membenam sedalam-dalamnya di lubang kemaluan istrinya Ferry itu. Darwis kembali merasakan remasan dan hisapan lubang kemaluan Dina di seluruh batang kemaluannya. Sambil memberi kesempatan kepada Dina untuk menikmati semuanya terlebih dahulu, jari-jari tangan lelaki itu terus meremas-remas bongkahan pantat Dina.

Untuk beberapa saat lamanya Dina meregang dan mengejang sampai berangsur-angsur badai pucak kenikmatan birahinya mereda. Setelah itu, tanpa dikomando, Darwis kembali menyingkir, memberi kesempatan pada Ferry, suami wanita itu, untuk melanjutkan.

Ferry menelentangkan tubuh bugil Dina, istrinya. Lalu dengan cepat diapun membenamkan batang kemaluannya ke dalam lubang kemaluan istrinya itu. Dina kembali merintih merasakan terobosan batang kemaluan suaminya. Dina sungguh-sungguh merasa bergairah sekali merasakan lubang kewanitaannya bergantian dimasuki dua batang kemaluan lelaki berbeda. Kenikmatannya seakan tak pernah berakhir, walau sekujur tubuh bugilnya sudah bermandikan keringat.

Dina tak menyangka, ternyata melayani dua lelaki sekaligus itu, nikmatnya luar biasa dan sangat puas karena dapat mereguk kenikmatan birahi sebanyak-banyaknya.

Kali ini Ferry suaminya yang memberinya kenikmatan. Sementara Darwis menunggu giliran berikutnya sambil duduk disamping tubuh bugil Dina. Tangannya terus menjelajahi permukaan tubuh polos Dina dihadapan suaminya yang sedang sibuk menusuk-nusukkan batang kemaluannya ke dalam lubang kemaluan istrinya itu. Dinapun, sambil menikmati tusukan batang kemaluan suaminya dan remasan serta belaian tangan Darwis di kedua payudaranya, jari-jari tangan lembut Dina terus memegangi batang kemaluan lelaki itu seakan takut kehilangan.

Selesai mendapatkan satu klimaksnya lagi, Dina gantian menerima masukan dari Darwis. Sekujur tubuh bugilnya semakin basah kuyup, namun dirinya masih ingin melanjutkan mereguk kenikmatan birahinya itu. Seakan memiliki tenaga ekstra, Dina sungguh-sungguh ingin merasakan selama mungkin liang kewanitaannya bergantian di tusuk-tusuk dua batang kemaluan lelaki pasangan senggamanya itu.

Posisi berikutnya kembali berubah. Kali ini dalam posisi duduk berhadapan dengan suaminya. Sama-sama mengambil peran aktif. Sama-sama bergerak dan sama-sama menikmatinya. Walau kelelahan mulai menderanya, namun Dina masih belum ingin berhenti. Masih ingin menikmati hujaman kedua batang kemaluan itu di liang kenikmatannya.

Namun akhirnya, setelah hampir satu jam lamanya, Dina tak bisa memungkiri daya tahan tubuhnya. Tenaganya seakan telah terkuras habis, sementara bagian vaginanya mulai merasakan linu. Dina meminta diselesaikan dulu dan ingin beristirahat dahulu.

Akhirnya setelah Darwis dan suaminya Ferry menyelesaikan satu putaran lagi dan keduanya mendapatkan hasilnya, Dinapun terkapar tak berdaya namun dengan tingkat kepuasan yang luar biasa. Selangkangannya terasa linu namun kenikmatannya masih terus dirasakannya. Liang kewanitaannya yang akhirnya terbebas dari “serangan” kedua batang kemaluan lelaki pasangannya itu, terasa berdenyut-denyut nikmat. Sementara tubuhnya yang masih polos itu seakan tak bertenaga. Keringat benar-benar membanjiri sekujur tubuh bugilnya. Dina beristirahat dengan diapit oleh Ferry suaminya dan Darwis “suami” keduanya. Mereka bertiga beristirahat untuk kembali mengumpulkan tenaga dan akan melanjutkan babak berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s